Internasional, Pilarsulut.com - Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Salami menuturkan, pembebasan Aleppo adalah kemenangan strategis bagi tentara Suriah. Ini juga telah menghancurkan rencana yang dibuat Amerika Serikat (AS) di Suriah.
Salami mengatakan, AS beserta seluruh sekutunya berusaha untuk menguasai Timur Tengah (Timteng). Suriah dan Irak adalah dua gerbang untuk mencapai tujuan itu. Oleh karena itu, kemenangan besar tentara Suriah telah merusak rencana yang dibuat oleh AS.
“AS dan koalisinya mengambil napas terakhir mereka di Suriah dan Irak, dan oleh karena itu, musuh membuat upaya maksimal untuk memperpanjang perang, bentrokan dan pertumpahan darah di Suriah, bahkan meski untuk satu hari lagi. Sebab, AS dan dunia Zionisme mengejar strategi bumi hangus di Asia Barat, dan strategi mereka adalah untuk melemahkan negara-negara Islam,” Salami.
“Plot AS untuk menghancurkan Suriah dan menggulingkan pemerintahan yang sah di negara itu, dan pada skala yang lebih besar mimpi di Timur Tengah, semua dijinakkan oleh kemenangan tentara dan pasukan perlawan Suriah melawan pasukan musuh,” sambungnya, seperti dilansir Fars pada Minggu (18/12).
Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Inggris, Aleksandr Yakovenko telah membuat pernyataan senada. Dia mengatakan, Inggris dan Barat frustasi dengan keberhasilan di Aleppo timur, termasuk dengan bantuan kemanusiaan, khususnya keberhasilan itu atas bantuan dari Moskow.
Sumber: Sindo
