Banner Bawah Utama

Guru Perempuan di AS ini ‘Begituan’ dengan Siswanya Hingga Ratusan Kali

Internasional, Pilarsulut.com - Seorang guru SMA di Cedar Rapids, Iowa, Amerika Serikat (AS) terancam hukuman penjara setelah berhubungan seks dengan siswanya yang berusia 17 tahun hingga ratusan kali. Guru bernama Mary Beth Haglin, 24, ini mengklaim sebagai korban karena digoda siswanya lebih dulu.

Haglin sejatinya hanya guru pengganti di Washington High School. Skandal asusila itu berlangsung enam bulan, sebelum akhirnya pihak sekolah memecatnya.

Setelah dipecat, Haglin alih profesi sebagai lap dance (penari erotis) untuk panggung Bambi. Kasus skandal asusila ini sudah masuk ke pengadilan dan tak lama lagi Haglin akan dijatuhi hukuman.

Namun, dalam penampilannya di sebuah stasiun televisi, Haglin bersikeras bahwa dia adalah korban. Dia mengatakan siswa menggodanya dengan pesan tertulis yang ditinggalkan di mejanya.

”Dia akan datang ke kelas saya, mengambil post-it (kertas dengan setrip pelekat), menulis sesuatu dan menempelkannya ke meja saya,” katanya dalam program televisi Inside Edition. “Salah satunya tertulis; Saya sangat mencintaimu, permaisuriku,” lanjut Haglin.

”Dia akan selalu memanggil saya ‘permaisuriku’,” imbuh Haglin. Skandal itu, kata dia, berlangsung hampir setiap hari di mobilnya yang diparkir di sebuah taman umum.

”Kami bertemu beberapa kali dalam seminggu, tidak setiap saat berhubungan seks,” katanya.

”Ada saat-saat kita akan duduk dan berbicara. Saya pikir dalam pikiran saya ini adalah semacam hubungan yang nyata,” paparnya.

Meski guru yang dipecat itu mengaku sebagai korban, Kevin McKeever, Hakim Sixth Judicial District tetap menilai tindakan Haglin sebagai kejahatan yang lebih serius dari eksploitasi seksual.

Haglin dinyatakan bersalah pada Jumat, 16 Desember lalu. Dia terancam hukuman penjara dua tahun. Tapi vonis baru akan dibacakan hakim pengadilan pada Februari 2017 mendatang.

Setelah skandal itu membuatnya terancam meringkuk di penjara, Haglin menyadari kesalahannya. ”Saya menyadari betapa bodohnya saya dan kesalahan mengerikan yang saya buat,” ujarnya, seperti dikutip IB Times, Minggu (18/12/2025).

”Saya berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang bisa dirahasiakan dan bahwa tak seorang pun akan pernah tahu.”tutupnya.

Sumber: Sindo

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *