Kotamobagu,Pilarsulut.com - Bola panas konflik internal dalam tubuh Partai berlambang Matahari yang di pimpin Drs Jainuddin Damopolii, DPD PAN Kotamobagu mulai bergulir. Pernyataan Ketua DPW PAN Sulut dalam Pelantikan DPD PAN Kotamobagu terkait ketidak hadiran sebagian fraksi anggota DPRD Kotamobagu akan menerima sanksi PAW, perlahan mulai menguak permasalahan yang tersimpan rapi dalam beberapa bulan.
Dari 4 anggota fraksi PAN di DPRD Kotamobagu yang tak hadir dalam pelantikan, dua diantaranya memberikan penjelasan atas ketidak hadirannya.
Ahmad Sabir yang juga ketua DPRD Kotamobagu dan salah satu formatur dalam Musda DPD PAN Kotamobagu kemarin, menyampaikan dirinya tak pernah dilibatkan dalam penyusunan struktur.
“Saya, sebagai formatur tak pernah dilibatkan dalam penyusunan sturktur, dan setelah musda tidak pernah ada rapat menyangkut keberlangsungan Partai, entah kami yang tidak pernah di undang atau memang sengaja tak dilibatkan”Kata Sabir.
Lebih lanjut menurut Sabir, harusnya mereka yang ada di DPRD Kotamobagu dilibatkan, baik dalam penyusunan struktur ataupun mengenai pengambilan keputusan.
“Hargai kami, anggota PAN yang duduk di DPRD. Kami juga kader PAN, dan kami bisa memberikan saran siapa siapa yang layak dan baik duduk di pengurus DPD PAN Kotamobagu. Tapi, hal itu tidak pernah dilakukan”Ujar sabir.
Saat dimintai tanggapan terkait pernyataan Sehan Landjar bagi yang tidak hadir akan di PAW, Ahmad Sabir menjawab dengan ringan “Kami juga minta suara kami di dengarkan, ini partai yang menghargai nilai demokrasi. Dan undangan Pelantikan saja, saya terima baru tadi malam,”Jelasnya.
Sementara itu rekanya Bob Paputungan menyampaikan hal yang sama “Kami juga ingin dihargai, sebagai kader yang duduk di DPRD tentunya kami ingin yang terbaik bagi PAN Kotamobagu”Ucap Bob. (Abdi)
