Banner Bawah Utama

Wagub Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88

Manado, Pilarsulut.com – Memperingati hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016, Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), menggelar upacara di halaman kantor Gubernur Sulut, Jumat (28/10) pagi kemarin. Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Drs Steven Kandouw, didaulat sebagai Inspektur Upacara (Irup), serta Ketua DPD I KNPI Sulut Jackson H Kumaat SH SE bertindak selaku Komandan Upacara.

Upacara yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulut ini, diikuti ASN lingkup Pemprov Sulut serta para Siswa SMA. Wagub Steven Kandouw menyampaikan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi.

“Hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan tehnologi, pemuda-pemuda Indonesia dari sabang sampai merauke terus bergerak memberikan sumbangsi pemikiran dan gagasan untuk kesejahteraan dan kebesaran bangsa Indonesia, terutama di mata dunia. Rasanya tidak cukup jika harus menuliskan semua nama pemuda Indonesia yang hari ini mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Seperti Rio Haryanto yang mengharumkan nama Indonesia ke level tertinggi balap mobil internasional Formula 1, Owi-Butet yang berhasil merebut medali emas di Olimpiade Rio De Jeneiro Brasil. Begitu pula di sektor-sektor lainnya seperti industri kreatif ada Sandhy Sandhoro, talenta muda Indonesia yang berhasil mengharumkan negara dan bangsa dengan menyabet penghargaan internasional Contest of Young Pop Singer di Latvia tahun 2009 lalu. Kita juga memiliki anak-anak muda potensial di bidang Star-Up yang omsetnya mengundang decak kagum pebisnis Online dunia. Ada Nadim Makarim pendiri Go-Jek, Ahmad Zaki Ceo Bukalapak dan ratusan Ceo-Ceo muda Indonesia di bidang teknologi informasi yang dipercaya oleh perusahaan multinasional tahun 2015. Tokoh-tokoh pemuda yang disebutkan tadi hanyalah contoh untuk mengingatkan kembali pesan Bung Karno bahwa dengan pemuda yang hebat, kita benar-benar bisa menaklukan dunia,” kata Wagub mengutip pidato Nahrawi.

Dalam peringatan Sumpah Pemuda kali ini, pemuda Indonesia memberikan penghargaan dan hormat kepada Presiden RI pertama Bung Karno, Bapak Bangsa Tokoh Pemuda masa itu, yang meneriakkan kalimat yang sangat terkenal “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

“Saat pertama kali mendengar pidato Bung Karno ini, kita mungkin sempat bertanya-tanya apakah mungkin dan bagaimana caranya, hanya dengan 10 pemuda, sebuah negara bisa menguncang dunia? Jawaban atas pertanyaan ini akan kita temukan melalui fakta-fakta berikut ini. Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai UU No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta atau 24,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS 2014). Secara kuantitas angka 24,5 persen ini cukup besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut bonus demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa. Bonus demografi menjadi peluang strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan SDM usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. Rasio sederhananya dapat digambarkan bahwa setiap 100 penduduk Indonesia, terdapat 64 orang yang berusia produktif, 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia. Rasio usia produktif diatas 64 persen sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. Itu adalah rasio usia produktif terbaik di Indonesia yang mulai kita nikmati tahun 2020 dan akan berakhir pada rahun 2035,” ujarnya.

Turut hadir Unsur Muspida, Sekprov Edwin Silangen serta para pejabat Eselon II lingkup Pemprov Sulut. (*)

 

 

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *