Missouri, Pilarsulut.com - Debat calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) ronde kedua di Washington University, di St Louis, Missouri, sudah dimulai saat ini (10/10/2025). Kandidat presiden dari Partai Republik, Donald John Trump, menyerang rivalnya dari Partai Demokrat; Hillary Rodham Clinton dengan isu skandal seksual mantan Presiden Bill Clinton terhadap tiga perempuan. Hillary dituduh mengancam para korban Bill Clinton.
”Kehidupan manusia telah hancur untuk melakukan seperlima dari apa yang telah Anda lakukan,” kata Trump
Menjawab serangan Trump soal skandal seks suaminya, Hillary, mengutip kata-kata Michelle Obama (istri presiden Barack Obama) yang disebut Hillary sebagai sahabatnya.
”Ketika saya mendengar sesuatu seperti itu, saya teringat apa yang teman saya Michelle Obama katakana pada kita semua: ‘Ketika mereka melangkah secara rendah, Anda melangkah tinggi,” kata Hillary.
Membalas serangan Trump, kandidat presiden dari Partai Demokrat; Hillary Rodham Clinton, menyetil rivalnya Donald Trump soal isu larangan Muslim masuk Amerika Serikat (AS) dengan alasan menimbulkan risiko serangan teror. Isu ini diangkat Hillary dalam debat ronde kedua di Washington Universty, St Louis, Missouri hari ini (10/10/2025).
Hillary menekankan bahwa Amerika telah memiliki umat Islam sejak zaman George Washington. ”Ini sangat cupet dan bahkan berbahaya untuk terlibat dalam retorika Donald Trump,” kata Hillary mengacu isu larangan Muslim masuk AS yang dia sebut pernah diusulkan Trump saat kampanye.
Soal pemeriksaan ketat terhadap pengungsi Muslim terutama dari Suriah dengan alasan menimbulkan risiko bagi keamanan AS, Hillary, percaya aparat AS profesional soal itu.
“Ada banyak pengungsi, wanita dan anak-anak,” kata Hillary. Kami memiliki pemeriksaan yang setangguh itu dari para profesional dan ahli kami,” kata Hillary.
Meski demikian Trump memperingatkan bahwa pengungsi yang datang dari tempat-tempat seperti Suriah bisa menjadi “kuda Troya yang besar” bagi AS. ”Kami tahu apa-apa tentang nilai-nilai mereka, dan kami tahu apa-apa tentang cinta mereka untuk negara kita,” ujar Trump.
Sumber: Sindo
