Manado,PilarSulut.com - Upaya membendung faham Radikalisme terus digelontorkan pemuda Indonesia terutama di bumi Nyiur Melambai. Pengurus Wilayah Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII) Sulawesi Utara (Sulut) Sabtu (7/1) kemarin menggelar Seminar dan Loka Karya (Semiloka) Kebangsaan di Hotel Sahid Kawanua Manado, dengan mengusung tema “revitalisasi pemikiran gerakan pemuda Islam membendung Radikalisme”.
Acara yang direncanakan dilaksanakan selama dua hari (Sabtu dan Minggu, red) ini menghadirkan pembicara kawakan diantaranya Dr.Dr Taufik Pasiak M.Pd.I M.Kes. Diskusi inipun diikuti peserta dari lintas organisasi kepemudaan mahasiswa diantaranya HMI, PMII, IPNU, IPPNU, KAMMI, IMM dan juga ormas lainya.
Dialog yang menghasilkan ide dan gagasan cemerlang ini berjalan seru dan menarik. Seperti yang dikutip pernyataan Taufik Pasiak yang membahas kecenderungan sifat radikal dalam perspektif otak. Intelektual Sulut inipun menyimpulkan bahwa Radikalisme bukan sebuah ideologi melainkan upaya doktrin dari para pengusung faham tersebut.
“Jadi adik-adik mahasiswa harus mencerna betul terhadap situasi sehingga terjadinya radikalisme. Dalam Islam pun tak diajarkan tentang faham yang dapat memecah persatuan umat tersebut,” ujar pengurus KAHMI Sulut ini.
Sementara itu Ketua PW GMII Sulut Syahrir Laya mengungkapkan, kegiatan ini merupakan langkah antisipasi untuk proteksi diri khususnya dikalangan pemuda dari ancaman paham radikalisme yang diketahui bersama sudah mengancam bangsa Indonesia.
“Kegiatan ini akan kita laksanakan selama dua hari dengan menghadirkan pemateri yang mumpuni. Juga dihadiri kurang lebih 50-an mahasiswa dari perwakilan masing-masing OKP,” terangnya. (**)
