Banner Bawah Utama

Walikota : Warga Jangan Panik Flu Burung

Kotamobagu,PilarSulut.com – Kasus kematian ratusan ekor unggas disejumlah wilayah di Kotamobagu beberapa waktu lalu jadi perhatian khusus Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara. Menurutnya sejauh ini belum ada kepastian, kematian ratusan ekor unggas di karena virus flu burung.

“Memang dalam hasil tes sementara yang dilakukan kemarin, positif flu burung, akan tetapi hasil tes itu harus dipastikan juga dengan hasil laboratorium. Sehingga saya butuh data resmi dari laboratorium,”Kata Walikota pada sejumlah awak media.

Lebih lanjut disampaikan Walikota, saat ini dirinya telah menginstruksikan sejumlah instansi untuk turun kelapangan memastikan penyebab kematian dari ratusan ekor unggas ini.

“Ada 3 instansi yang sudah saya instruksikan turun lapangan, mencari tau penyebab kematian ratusan ekor unggas kemarin. Namun kejadian seperti sudah pernah terjadi pada tahun kemarin, biasanya perubahan cuaca bisa menjadi penyebab dari kematian unggas,” dirinyapun menghimbau agar warga tidak panik dengan kejadian yang terjadi “Warga tidak perlu kawatir, sebab sudah ada tim lapangan, tugas mendeteksi dini, sekaligus mencegah penyebaran,”Himbau Walikota.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Ahmad Yani Umar mengaku, ada 3 tim yang sudah dibentuk untuk melakukan pengecekan lapangan, sekaligus meminimalisir penyebaran penyakit.

“Dinkes, LBH, dan Dispertanak saat ini sudah berada di lapangan memastikan penyebab dan melakukan pencegahan penyebaran unggas yang terinfeksi virus flu burung,”Terang Yani.

Lebih lanjut dijelaskannya, sampai saat ini status dari temuan itu masih bersifat diduga terinfeksi virus flu burung. Karena hasil tes yang dilakukan kemarin oleh Balai Besar Pemeriksaan Hewan Makassar bukan melalui Laboratorium.

“Hasil kemarin hanya melalui Refit Tess sehingga, belum terlalu akurat. Untuk memastian itu kita tunggu hasil dari labortorium. Namun warga diharapkan untuk tetap waspada, dan tetap menjaga kebersihan kandang, serta tidak mengkonsumsi unggas yang sudah mulai terlihat sakit,”Jelas Yani.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, kematian unggas berawal dari laporan warga Desa Kopandakan 1, dimana 18 ekor itik ditemukan mati secara tiba tiba. Dan menyusul 2 pekan setelah itu, ditemukan di 3 lokasih berbeda puluhan ekor unggas mati secara tiba tiba.

Adapun Pemerintah Kotamobagu melalui Dinas Peternakan bersama Balai Besar Kesehatan Hewan Makassar telah melakukan pemeriksaan, dan hasil dari pemeriksaan sementara positif flu burung. (Abdi)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *