Pemkot Kotamobagu Gelar Upacara Harkitnas Dan Hardiknas

Kotamobagu,PilarSulut.com – 20 Mey 1908 menjadi titik tolak bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atas semangat kebangkitan Nasional. Semangat itu sampai dengan hari terus dijaga, dan di peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Pemerintah Kotamobagu, yang dipimpina langsung Walikota Kotamobagu melaksanakan upacara peringatan Harkitnas ke – 108, serta peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan Boki Hotinimbang Kotamobagu. Sabtu (20/5)

Walikota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, pada kesempatan tersebut membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Harkitnas yang diperingati setiap tanggal 20 Mey ini tidak lepas dari perang Organisasi Medern pada saat itu, yaitu Boedi Oetomo dibaliknya muncul sumber daya manusia yang terdidik, memiliki jiwa Nasionalisme, dan memiliki cita cita yang mulia untuk lepas dari penjajahan, yang selanjutkan perjuangan tersebut melahirkan Soempah Pemoeda yang terus bergerak dan tak pernah lelah sampai pada Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agusutus 1945,”ucap Walikota.

Dalam sambutan tersebut Walikota Kotamobagu mengingatkan kembali, komitmen terhadap NKRI “Indonesia setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tak selangkahpun surut. Bahkan, melalui kemajuan teknologi digital, ancaman Radikalisme dan Terorisme, misalnya mendapatkan medium baru untuk penyebaran paham dan praktinya. Oleh karena itu sangat penting bagi kita semua untuk tetap berkomitmen menjaga keutuhan NKRI,”kata Walikota.

Lebih lanjut, melalui Momentum peringatan Hardiknas ini dengan mengusung tema “Percepatan Pendidikan yang merata, dan Berkualitas” saya mengajak seluruh masyarakat untuk melihat fenomena yang berubah sangat cepat, dan menuntut kualitas semakin tinggi. “Mari kita resapi dan renunggi bersama tema tersebut, dan sama sama kita wujudkan. Dengan begitu seluruh lapisan masyarakat akan dapat menjangkau layanan pendidikanyang berkualitas, dan merata, sebagaimana yang sudah diamanatkan dalam UUD 1945,”lanjut Walikota.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Kotamobagu, kembali mengingatkan konsep “Laku Telu” atau tiga peran dalam frasa bahasa jawa , yang disampaikan oleh Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara “Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuru Handayani, yang artinya apa bila depan member teladan, apa bila tengah member ilham (inspirasi) dan apa bila dibelakang memberi dorongan. “Laku telu “ ini perlu dihayati kembali oleh para pendidik manakalah dunia pendidikan, mengalami krisis keteladanan dan praktik dunia pendidikan lagi menginspirasi. Sementara dorongan dari arah belakang dari kepemimpinan pendidikan tidak disertai pemberian arah dan haluan untuk peserta didik,”ucap Walikota yang membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (Abdi)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *