Kotamobagu,PilarSulut.com – Tensi politik di internal Partai PAN, Sulawesi Utara rupanya mulai meningkat. Setelah berbeda dukungan di Pilkada Bolaang Mongondow diawal tahun 2017 lalu, saat ini Ketua DPW PAN Sulut dan Ketua DPD PAN Kotamobagu berbeda pandangan terkait calon Walikota Kotamobagu tahun 2018 mendatang.
Pandangan ini terlontar dari tanggapan Sehan Landjar yang saat ini sebagai Ketua DPW PAN Sulut. Dirinya menanggapi peryataan Bara Hasibuan, anggota DPR RI dapil Sulut yang mengatikan Yastie Soeprejo Mokoagow maju sebagai Calon Bupati Bolmong.
Sebelumnya Bara Hasibuan dalam kunjungan kerja di Kotamobagu, tepatnya di Rumah Dinas Walikota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, Sabtu (13/5) kemarin mengatakan, bahwa DPP PAN tetap menjagokan Tatong Bara dalam Pilwako 2018.
“PAN kedepan tetap akan mengusung Tatong Bara sebagai Calon Walikota dalam Pilwako Kotamobagu nanti,” tegas Bara di kutip dari Beritatotabuan.com.
Bara mengatakan kalau akan diusungnya Tatong Bara dalam Pilwako tahun 2018 nanti telah disampaikan oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan kepada jajaran pengurus DPP PAN. “Bapak Ketua Umum sudah menyampaikan kalau ibu Tatong yang akan diusung, dan kita akan mengamankan itu,” tambahnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua DPW PAN Sulut menganggap Bara Hasibuan gagal paham tentang politik “Saya katakan Bara gagal paham tentang politik, beliau masih terlalu dini untuk bisa paham tentang politik dan organisasi politik, dan itu saya maklumi, karena sudah 38 tahun saya berkarir dalam politk,”ucap Sehan Landjar dikutip dari Formakindonews.com
Landjar menjelaskan, Partainya mempunyai mekanisme dan aturan main dalam memutuskan kader yang siap bertarung “Dalam konteks PAN, yang akan diproses oleh DPP sebagai calon walikota tentunya berdasarkan usulan dari DPD yang kemudian di bawah ke DPW untuk selanjutnya di usulkan ke DPP, tidak serta merta yang disampaikan Bara, olehnya saya menganggap beliau kader yang gagal paham dalam aturan partai,”jelasnya.
Sementara itu, Jainudin Damopolii sebagai Ketua DPD PAN Kotamobagu atas pernyataan Bara Hasibuan menanggapi “Selaku ketua, tentu tidak serta merta mendukung pernyataan itu, semua ada mekanisme Partai. dan apa yang disampaikan dalam statmennya itu sudah melanggar mekanisme partai,”terang Damopolii, dikutip dari FormakIndonews.com
Sementara itu Bara Hasibuan saat dihubungi awak media sampai berita ini di turunkan tidak memberikan tanggapan. (Abdi)