Kotamobagu,PilarSulut.com – Adanya kebijakan penghematan anggaran dari Pemerintah pusat, sangat berdampak bagi pembangunan inflastruktur di Daerah, Salah satunya Kotamobagu. Daerah yang baru berumur 10 tahun pasca di mekarkan dari Kabupaten induk ini, untuk tahun 2017 mendapatkan pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Pemotongan DAK ini langsung dirasakan oleh sejumlah Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) salah satunya Dinas Pertanian dan Perikanan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Hardi Mokodompit saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (5/1/2026).
Menurut Hardi untuk tahun 2017 instansi yang dipimpinya mendapatkan potongan DAK yang sangat besar, pemotongan hampir 100 persen “Biasanya untuk Pertanian dapat DAK hampir Rp 6 Miliar setiap tahunnya, tapi untuk tahun 2017 ini kami hanya dapat Rp 500 juta,”kata Hardi.
Dengan adanya pemotongan DAK ini dirinya mengaku sedikit mendapatkan kesulitan, namun sudah harus menyesuaikan dengan keputusan Pemerintah “Pasti ada kesulitan, sebab biasanya kegiatan kami banyak di inflastruktur. Apa lagi untuk pertanian masih banyak yang perlu di support,”aku Hardi.
Saat ditanyakan awak media, dengan alokasi DAK yang tinggal Rp 500 juta apa yang akan dilakukan pihaknya, dijelasnyakan “Tetap akan diarahkan pada inflastruktur, namun kami harus melihat yang benar efektif serta dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Contohnya ; pembuatan tempat pengelolaan air embung, nantinya air hujan dapat di tampung disini dan dimanfaatkan masyakarat untuk kegiatan sehari hari, diluar untuk dikonsumsi,”jelasnya.
Ditambahkannya, pihaknya juga akan focus pada pemberian bantuan bagi petani, dan peternak serta penyuluhan bagi petani, apal agi saat ini penyuluh telah digabungkan dibawah instansi kami “Fokusnya kita ditahun 2017 ini pemberian bantuan bagi masyakarat, seperti bantuan ternak sapi, ikan, bibit jagung, bibit padi, serta penyuluhan bagi petani, sehingga hasil produksi padi untuk tahun 2017 dapat meningkat,”tambah Hardi. (Abdi)
