Boltim, Pilarsulut.com - Pengadaan media informasi monografi di 80 desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi sorotan Inspektorat. Pengadaan papan informasi yang menelan biaya hingga total Rp 1,2 miliar dianggap mubazir.
Dalam monografi tersebut terdapat peta, struktur organisasi, daftar isian keadaan desa, data kelembagaan, dan data keuangan. Setiap desa harus membayar Rp 16 juta untuk mendapatkan papan monografi tersebut, Sejumlah sangadi pun enggan membayar jumlah tersebut karena dianggap terlalu mahal.
“Sebenarnya kami tak mau karena terlalu mahal. Apalagi kami sudah mempunyai profil desa,” ujar seorang sangadi di Kecamatan Modayag, Selasa (6/9/2025) kemarin.
Bahkan, kepala inspektorat Boltim, Meike Mamahit mengakui pengadaan papan monografi tersebut menjadi satu sorotan tim pemeriksa. Tim Inspektorat Boltim menilai pengadaaan papan informasi itu terlalu mahal dan tak melalui proses tender.
“Memang kalau melihat bahan, itu kemahalan dan tidak dilakukan penawaran (tender). Tapi kita masih melihat regulasi untuk kajian jadi belum temuan,” ungkap Mamahit.
Bupati Boltim Sehan Landjar mengakui pengadaan papan monografi tersebut mubazir. Dia pun meminta agar pengadaan papan monografi tersebut agar dikaji kembali.
“Memang itu sesuatu yang penting, tapi kalau hanya sekadar lembaran papan yang dilipat tiga dan kosong. Data tak lengkap dengan angka Rp 16 juta, itu terlalu mubazir” ungkapnya.
Dia menilai bahan tersebut nilainya hanya sekitar Rp 9 juta. “Persoalannya tendernya kapan. Ini harus ditender,” ucapnya.Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Boltim Arsyad Mamonto menjelaskan pembuatan papan monografi tersebut berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2012 tentang monografi desa dan kelurahan.
“Ada temuan inspektorat provinsi karena desa tak ada data profil desa, sehingga kami menurunkan surat edaran untuk menganggarkan dalam RKA Desa agar ada pengadaan papan media informasi,” jelasnya.
Boltim pun, kata dia, mendapat sorotan Dirjen Bina Desa dan Kelurahan karena tak ada monografi desa dan profil desa. (*)
