Tondano, Pilarsulut.com - Hampir seluruh pejabat Pimpinan SKPD dan Camat se-Kabupaten Minahasa “pelesir” keluar daerah tanpa alasan yang jelas mengenai tujuan mereka ke kota Bandung, padahal beberapa waktu lalu Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Olly Dondokambey sempat menginstrusikan agar pejabat daerah untuk tidak melakukan perjalanan dinas keluar daerah tanpa tujuan jelas.
Pantauan Reporter Pilarsulut.com, Senin, (19/9) hampir seluruh SKPD dan kantor Kecamatan nampak “sepi” tidak ada aktivitas, yang berdampak pada pelayanan publik jadi terbengkalai.
Hal ini ditanggapi Sekertaris KNPI Minahasa, Erwin Pratasik yang menyayangkan, bukan hanya pejabat tapi sejumlah PNS ikut dalam keberangkatan ini. “Sangat memalukan, melihat tingkah laku para ASN pemkab Minahasa, yang berbondong-bondong hadir dalam pembukaan PON ke-17 di Kota Bandung. Kami melihat hari Sabtu 18 September 2025 Bandara Internasional Dr Samratulangi banyak ditemui pegawai diruang lingkup Pemkab Minahasa yang ke Bandung dengan alasan tugas luar daerah, sangat memilukan karena sebagai ASN sangat tidak pantas berbondong-bondong menghadiri kegitan tersebut,” ucapnya.
Ditambahkan Pratasik, kami sebagai generasi muda tentunya meminta sikap tegas dari Pemprov Sulut dan Minahasa, untuk memberikan sanksi tegas karena mereka meninggalkan tugas dan tanggungjawab.
“Tidak mungkin hampir seluruh pejabat esalon II, III bahkan IV di Minahasa secara bersamaan ada tugas keluar daerah di satu tempat Kota Bandung,” ujar Pratasik.
Sementara pihak Pemkab Minahasa lewat Kabag Humas dan Protokol Agustivo Tumundo membantah tentang informasi tersebut.
“Kalaupun ada pejabat yang keluar daerah pasti dengan alasan yang jelas, bisa saja pejabat tersebut melakukan koordinasi atau konsultasi sesuai dengan tupoksinya, atau menghadiri pertemuan yang digelar oleh pemerintah pusat, yang pasti tidak sembarang atasan memberikan ijin atau perintah keluar daerah kalau bukan untuk maksud yang tidak jelas,” tandas Tumundo.
Hal senada juga diutarakan Asisten 1 Pemkab Minahasa, Denny Mangala, yang dengan tegas membantah adanya pejabat Minahasa yang keluar daerah tanpa tugas yang jelas.
“Tidak ada pejabat Minahasa yang keluar daerah tanpa ada tujuan yang Jelas,” tegasnya. (Rommy)
